Thursday, October 4, 2007

Bisnis Masa Depan

Apa yg menghubungkan John Naisbitt, Hermawan Kartajaya, Paul Z. Pilzer dan Li Jinyuan ? Sebelum menjawab, ada baiknya kita dalami dulu siapa mereka itu, untuk menemukan benang merah yang menghubungkan keempatnya.

Pertama, John Naisbitt adalah seorang futurist kondang lulusan harvard, yang juga mantan executive di IBM dan Eastman Kodak. Penulis buku best seller “Megatrend 2000″ yang membuka mata kita tentang globalisasi ekonomi pada millenium ini. Dengan didukung oleh kemajuan teknologi informasi, maka dunia akan menjadi tanpa batas. Para pelaku bisnis tidak lagi membatasi diri pada pasar lokal, melainkan pasar dunia yang lebih global. Seseorang dari Yogyakarta dapat menjual produknya ke London tanpa harus pergi ke sana. John Naisbitt, yang tinggal di sebuah kota terpencil di kaki pegunungan Rocky Mountains di Colorado, menulis: “I might seem isolated from a world rushing along at frenzied pace. Yet, as a writer and businessman, i am not. The bustle of Tokyo, rapid fire events in Moscow, and the news from the European capitals of London, Paris and Brussels are no more than an electronic command away. My telephone, my fax, my computer, my radio and my TV trasform these distant metropolises into electronic neighbours as close as my good friends down the road here in Telluride”. John menunjukkan bagaimana dengan dukungan teknologi informasi seseorang dapat terus berhubungan dengan orang lain dimana pun mereka berada. Siap atau siap, setuju atau tidak, suka atau tidak, globalisasi sudah melanda.

Kedua, Hermawan Kartajaya, seorang guru marketing kaliber internasional yang berasal dari Surabaya. Beliau adalah pendiri sekaligus Presiden dari MarkPlus & Co. Banyak diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar dalam dan luar negri, dan seorang penulis yang cukup produktif. Pada suatu kesempatan sebagai pembicara di Asia Pasific Natural Products Expo yang kedua (NATPRO 2005) di Kuala Lumpur, Malaysia beberapa saat yang lalu, beliau ditanya tentang strategi marketing untuk produk-produk natural seperti herbal. Hermawan secara meyakinkan dan pasti menjawab, “…you are on the right track!”. Singkat kata, kata Hermawan, “…companies operating in natural products are following the right business trend”. (Lihat, The inflight magazine of Garuda Indonesia, edisi Juni 2005, hal. 92). Dengan kata lain Trend Back to Nature akan sangat mempengaruhi trend bisnis millenium sekarang ini.

Ketiga, Paul Zane Pilzer, warga negara Amerika yang menulis buku “The Next Trillion” yang sangat laris. Dalam bukunya, Pilzer mengemukakan fakta bahwa saat ini, penduduk Amerika (dan sudah pasti penduduk dunia yang lain) berada di tengah-tengah persaingan bisnis trilliunan dollar antara industri makanan dan industri kesehatan. Bahwa akan semakin banyak orang di Amerika, terutama para jutawan muda atau yang sering disebut Baby Boomers, yang berusaha mencari kesehatan total yang didapat dari mengkonsumsi produk-produk berbahan alami atau natural. Pilzer menjelaskan bahwa kebutuhan orang akan makanan tambahan, vitamin-vitamin dan berbagai produk alami, akan menjadikan bisnis di bidang ini menjadi bisnis bernilai trilliunan dollar. Hal kedua yang dikemukakan Pilzer adalah terbukanya kesempatan orang untuk turut serta di dalam bisnis bernilai trilliunan dollar ini khususnya dalam hal distribusi. Dengan kata lain, distributor produk-produk kesehatan alami akan mampu menjadi jutawan-jutawan baru di era sekarang ini.

Well…apakah anda sudah mulai menangkap adanya benang merah yang menghubungkan ketiga orang tersebut di atas ? Nampaknya belum begitu jelas. Ada globalisasi, trend (pemasaran) pada produk-produk kesehatan natural, sera bisnis distribusi. Mari kita simak orang keempat.

Keempat, Li Jinyuan, seorang ilmuwan dan businessman dari China, pendiri dan pemilik perusahaan Tiens/Tianshi. Tiens mempunyai produk utama berupa makanan kesehatan tambahan yang kesemuanya berbahan dasar alami atau natural, bahkan beberapa diantaranya diolah dari resep-resep kuno kerajaan Tiongkok kuno. Dan sejak tahun 1995, Tiens menjalan sistem pemasaran yang disebut Network Marketing. Sistem ini memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi distributor produk-produk Tiens. Siapa saja dapat menjadi distributor Tiens, dan menjalankan bisnis global ini, dimanapun mereka berada.

Nah…dari sini nampak point-point dari keempat orang tersebut, yaitu trend bisnis global, produk-produk kesehatan alami (natural product), bisnis distribusi dan peluang yang disediakan oleh Tiens. Kalau kita kembali ke pertanyaan di atas, yaitu apa yang menghubungkan keempat orang tersebut di atas ? Maka jawabnya ada pada orang keempat yaitu Li Jinyuan dengan bisnis Tiensnya.

Li Jinyuan melalui Tiens mampu menjawab dan merangkum apa yang diprediksikan oleh John Naisbitt, Hermawan Kartajaya dan Paul Zane Pilzer. Tiens membuka dan menempatkan diri sebagai sebuah perusahaan multinasional, dengan pabriknya di 7 negara yang tersebar di seluruh dunia. Saat ini pun Tiens sudah masuk dan dikonsumsi orang di 207 negara. Tiens memasuki pasar global dengan produk-produk utama berupa vitamin-vitamin dan food supplements lain yang sangat dibutuhkan untuk kesehatan manusia, yang terbuat dari bahan-bahan alami, natural. Tiens juga mengadopsi sistem distribusi Network Marketing yang memberi kesempatan kepada setiap orang untuk menjadi distributor. Dengan kata lain, Li Jinyuan dengan Tiens yang berhasil menghubungkan ide dan prediksi ketiga orang tersebut di atas.

Kalau Tiens sudah menyediakan wahana kepada setiap orang untuk dapat berpartisipasi dalam dunia global yang tanpa batas ini, pertanyaan berikut yang muncul adalah: Bagaimana dengan anda ? Siapkah anda untuk terjun dan berpartisipasi dalam pasar global ? Atau anda hanya diam tidak berdaya menunggu digilas kekuatan globalisasi ? Atau masihkah anda terpaku pada zona kenyamanan pada pekerjaan anda sekarang ini ? Tidak inginkah anda untuk Go Global dengan tidak perlu meninggalkan apapun pekerjaan atau profesi anda sekarang ini ?

sumber: http://totalwellness.blogsome.com/2006/12/01/bisnis-masa-depan/#more-111